Satu tetes air sejuk “Akhir Perjalanan”
Senin, 2 jUli 2007—19.45Wib
Akhir perjalanan
Ketika kau sendiri…
Lemah dan tak berdaya
Ketika dunia seakan berlari meninggalkanmu
Dan tak seorangpun mempedulikanmu
Bahkan seseorang yang berkata bahwa dia sangat menyayangimu…
Aku hanya bisa berkata…
Juga untuk diriku sendiri
Jangan lemah! Jangan kalah!
Ada satu yang tetap mempedulikan kita
DIA yang selalu setia dan tetap menyayangi kita tanpa henti…
Hai kawan…
Di sini kita berbagi
Dalam keadaan yang sama kita baru mengerti
Arti penderitaan masing-masing
Ah, kawan.. kita tidak boleh menangis seperti wanita…
Di akhir perjalanan…
Yang kutahu cuma satu
Aku menang
Tidak peduli dengan semua yang telah pergi meninggalkanku
Yang terujilah yang benar-benar akan tinggal bersamaku…
Semoga apa yang kutulis ini… dapat menjadi satu tetes air yang sejuk di tengah kehidupan kita yang seperti padang pasir. Yang kutahu, segala sesuatu ada waktunya. Kadang di atas, kadang di bawah. Kadang banyak orang di sekeliling kita, kadang kita hanya sendirian.Jangan pernah heran, jika orang yang pernah berkata bahwa dia sangat menyayangi kita, suatu saat dia jugalah yang menyakiti hati kita. Aku berkali-kali mengalami hal itu. Namun hal itu juga yang membuat aku kuat. Yang benar-benar tuluslah yang akan tetap tinggal. Dan selama aku menanti akhir perjalanan hidupku, aku tahu, bahwa ada satu Pribadi yang sampai kapanpun ada untukku dan selalu menyayangiku. Thanks Jesus. U’re my everything…